Kumpulan Deretan Puisi Hari Pahlawan Terbaik 2019

Kumpulan Deretan Puisi hari Pahlawan Terbaik 2019. Hari pahlawan diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 November, semua lapisan masyarakat memperingati hari pahlawan ini dari sabang sampai merauke, dalam menyambut hari pahlawan ini banyak kegiatan - kegiatan yang dilakukan terutama bagi setiap sekolah dan instansi pemerintahan dan wajib melakukan upacara memperingati hari pahlawan ini, bahkan setiap rumah harus menaikkan bendera kebangsaan kita tercinta yaitu sang saka merah putih untuk menghormati para pahlawan kita yang telah berjuang mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk meraih kemerdekaan yang hakiki bagi bangsa kita Indonesia tercinta.


Puisi adalah hal yang tidak ketinggalan yang dibacakan dalam memperingati hari pahlawan. Puisi merupakan suatu bentuk media ungkapan isi hati atau gagasan manusia yang terikat oleh irama dan rima, kemudian tertuang dalam bentuk tulisan yang memiliki makna tersendiri. oleh sebab itu melalui pusilah setiap orang dapat mengungkapkan dan menggambarkan seorang pahlawan yang berjuang untuk negeri Indonesia tercinta ini. Banyak kita jumpai di setiap memperingati hari pahlawan pasti kita didengarkan oleh sebuah puisi tentang Pahlawan yang sangat menyentuh hati.

Baca Juga : Kumpulan Puisi Hari Kartini
Baca Juga : Kumpulan Pantun Hari Kesaktian Pancasila

Jika anda ingin atau ikut berpartisipasi dalam memperingati hari Pahlawan dengan membacakan puisi maka anda dapat melihat kumpulan Deretan Puisi Hari Pahlawan Terbaik 2019 yang saya sudah rangkum di bawah ini :

Mengenang Jasa Pahlawanku

Pahlawanku …
Tiada peristiwa seindah kisah seluruh perjuangan
Tiada kata seindah kata pengucapan proklamasi
Terbebaskan hingga sang merah putih terkibarkan
Terdengar lantunan merdu irama lagu Indonesia Raya

Pahlawanku …
Dunia telah mencatat harum namamu di dalam buku ilmu
Engkau telah berguguran atas nama demi persatuan
Menyatukan permasalahan yang menjadi perdebatan
Meraih kemenangan menggapai kedamaian dunia

Pahlawanku …
Peninggalan berharga tidak pernah terlupakan walaupun usang berdebu
Kerja keras meraih keadilan demi manusia
Terseok hingga putus urat nadi tak bersalah
hingga tertinggalkan kenangan yang sangat berharga

Pahlawanku …
Perjuangan itu kini teralih di kedua tangan kami
Menjaga keutuhan negeri yang akan kaya dengan sumber daya
Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia
Dalam naungan indah kata dan falsafah pancasila
Jangan biarkan kami merusak keindahan negeri

Pahlawanku …
Perjuanganmu telah usai berabad yang lalu
Tepuk pundak kami untuk sekuat engkau berani
Tuntun kuasa kami untuk mengembangkan
Potensi diri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dibalik Kobaran Semangat Juang Mu

Kabut
Membekas kenangan Ibu Pertiwi
Mendung menyelimuti
Rintik kian deras menerpa

Turuk membanjiri lautan peluh dan darah
Dia tak menunggu keputusan pencipta
Serbu
Maju untuk merdeka atau mati

Takbir berkumandang Allahu Akbar
Teriakmu terdengar hingga sukma
Sebilah bambu runcing bersatu
Tak lupa panjatan ayat suci

Kau kumandangkan bukti semangat juang
Demi melepas belenggu penjajahan
Belati tak ku hiraukan
Meski mengoyak kulit mengiris nadi

Semua demi tanah air
Kini dari atas kau lihat
Perjuanganmu terbayar lunas
Indonesia telah merdeka

Tenanglah diperistirahatan abadimu
Kami akan melanjutkan perjuanganmu
Demi melindungi Indonesia
Mensejahterakan seluruh anak bangsanya

Baca Juga : Kumpulan Puisi Hari Guru Terbaik

Tanah Tumpah Darah Indonesia

Indonesia
Tanah tumpah darah tercinta
Rasa tak ingin melihat bangsaku
Terpuruk perekonomia

Tersungkur belenggu hutan
Hingga jatuh dalam jurang kehancuran
Tekad bulat setinggi cakrawala
Demi Ibu Pertiwi kan kuperjuangkan

Peluh pengorbanan melanjutkan perjuangan
Para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran
Aku tak boleh kalah
Dengan ketakutan diri sendiri

Aku tak boleh menyerah
Dengan keadaan yang mencengkram memaksa
Semangatku akan selalu berkobar
Untuk mengharumkan nama Indonesia

Selama mentari terus hidup didunia
Selama itu pula aku tak akan berhenti
Dalam semangat kobaran perjuangan masa kini
Sebagai anak bangsa

Sebagai penerus pendahuluku
Aku kan terus melindungi
Tumpah darah Indonesia
Hingga raga ini menyatu dengan tanah


Semangat Pahlawan Perjuangan

Begitu harum saat mendengar panggilan namamu
Pejuang kemerdekaan yang tidak pernah letih menghadapi penjajah
Segala kemampuan terkorbankan sekalipun nyawa rela dipertaruhkan
Ikhlas terrasa semua dilakukan demi tanah air tercinta

Pahlawanku ….
Engkau telah menjadi orang yang bersejarah dihadapan kenyataan
Perjuangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai menutup mata
Berani menghadapi musuh yang mengobar panasnya api membara
Tak gentar takut mati dan terus maju sergap menghadang

Beribu-ribu tawanan tentara perang menyerbu kawasan
Alam taklagi aman akan cepat terkecohkan dengan keadaan
Langkah kaki segera diperkencang selamatkan dari ancaman
Raut wajah tegang dan seram mata enggan terpejam sedetikpun

Mengatur lincah strategi atau mati di tangan lawan
Berdiam diri atau sembunyi dibalik kuatnya tameng besi
Hilang sejenak dari wajah permukaan perang teruji
Napas tersesak lari kencang menyusuri hutan yang berjeruji

Pahlawanku …
Perjuangan itu sangat mengetuk pintu hati manusia
Nyawa melayang diujung perlawanan rela kau korbankan
Demi tanah air hingga derastumpah darah mengalir
Gugurmu di jalan perang menjadi saksi sulitnya perjuangan


Pemuda Hebat Pembangun Peradaban

Darimu pahlawan kami belajar banyak pengalaman
Sejarah-sejarah yang penuh tantangan itu sangat memacu untuk berjuang
Mengatur strategi setiap tapak kaki melangkah pergi
Mengorbankan segala harta dan jiwa bahkan nyawa

Bumi yang banyak kekayaan ini sudah tidak aman
Saling merebutkan dan saling menembak lempar permasalahan
Perdamaian seakan terhapuskan oleh kepuasan
Dijunjung tinggi persatuan yang sudah tidak bisa disatukan

Tempat ini menangis rindu akan pembelaan
Pembelaan yang tidak hanya memusnahkan lawan permainan
Tapi pembelaan yang tulus akan pentingnya kebebasan
Untuk menciptakan dan memulihkan keadaan

Pemuda hebat kini siap menandingi penjajah itu
Tidak akan kami biarkan Indonesia terkoyak sedikitpun
Tanah nenek moyang menjerit tidak rela jika kau rampas
Paksaan lawan tidak menyurutkan pembelaan kami

Keutuhan bangsa ini adalah tanggung jawab kami
Wasiat pahlawan yang telah gugur duluan
Tapak kaki dan tonggak perjuangan akan kami teruskan
Rela berkorban untuk menjaga keutuhan
Pemuda hebat hidup membangun peradaban

Garuda Harga Mati

Terlahir dari gagasan pendiri bangsa
Prinsipmu menjelma menjadi lambang
Bukti dari perjuangan para pahlawan dan rakyat
Hingga hembusan nafas terakhir mereka

Saat berada di medan perang
Setiap inci tubuhmu mengandung makna
Terdiri dari segenap harapan
Terselipkan sebuah impian

Menjadikan rupamu kian gagah mulia
Pandangan mata tajam
Dengan tubuh tegap dan tegar
Menggambarkan rakyat tanah air

Serta semangat juang menopangnya

Dongeng Perjuangan Pahlawan

Aku seakan tak melihat keadaan
Tak dapat pula mendengar deru amarah
Bahkan sebuah tangisan menyerupai dongeng
Kakek bercerita dengan pilunya

Raut wajah keriputnya perlahan tersenyum
Membelai lembut puncak kepala
Sambil menceritakan
Dua manusia dengan latar belakan berbeda

Tidak sederajat namun terikat dengan tali kebebasan
Secercah harapan mulai timbul dari impian
Akhirnya terwujud jadi kenyataan
Pahlawan

Rela gugur dimedan pertempuran
Nyawa terpisah dari raga akibat peluru
Menembus kulit serta menghabiskan darah
Perjuanganmu tidak sia-sia

Kini Indonesia telah bebas dari penjajah
Kami telah merdeka berkat perjuanganmu jua
Kami generasi muda
Calon penerus bangsa

Takkan mengecewakan dirimu
Yang telah tenang disisi Pencipta
Namun jika kau mengintip bangsa ini kini
Mungki senyummu dapat memudar

Tangismu akan kembali lagi pecah
Tawamu mungkin tak mampu terdengar lagi
Wahai pahlawanku
Maafkan kami tak mampu memperbaiki

Negara ini yang semakin lama kian merana
Aku berjanji padamu
Kan berjuang merebut kembali kemerdekaan itu
Kemerdekaan yang hakiki

Membuat bangsa ini aman dan sejahtera
Untuk selamanya

Pahlawan Mengharukan

Perang memilukan hati bangsa
Bagi para keluarga pejuang yang ditinggalkan
Membekas luka dan kesedihan
Para pejuang bertempur seolah tak takut ajal

Demi membela Indonesia
Demi membebaskan generasi selanjutnya dari tangan penjajah
Masih terngiang dering peluru menembus kulit
Membuat hentakan jiwa menjadi lemah

Saat menegangkan di medan perang
Sederetan serdadu maju di garis depan
Berlari tanpa takut peluru menembus raganya
Sambil memegang bambu runcing

Serta menenteng senapan
Lantas tak takut dengan gertakan lawan
Bertempur merebut asa
Genderang peperangan pun ditabuhkan

Pejuang rakyat bergerak maju melawan penjajah
Dentuman ledakan berkali-kali tidak dihiraukan
Hanya demi satu tujuan mulia

Mengusir penjajah dari bumi Ibu Pertiwi

Pahlawan Saat Pertempuran

Pagi buta kau terbangun
Tak tentram hatimu memikirkan tanah air
Penjajah yang belum terusir
Membuatmu gundah dan bergegas untuk pergi

Seramam lusuh diujung bilik kamar kau kenakan
Dengan sangat rapi serta penuh tekad
Meski namamu tak dikenal
Wajahmu tak familiar dimata Indonesia

Tidak menyurutkan api perjuanganmu
Sampai kini kobaran semangat juang masih terasa
Tak lupa senapan berpeluru tajam
Kau sampitkan diantara lengan

Gagah berani lakumu di barisan terdepan
Menjadi pemimpin strategi pertempuran
Medan perang yang kejam
Tidak membuatmu takut dengan kekalahan

Tak kau pedulikan bila dijadikan umpan kemenangan
Serang
Kau kumandangkan menggelegar
Semangatmu pun terasa hingga urat nadi

Pejuang lain yang mendengarkan
Tanpa kau sadari
Ditengah medan perang sebuah peluru menembus jantungmu
Membuatmu seketika terjatuh

Tergeletak hingga terbujur kaku tak bernafas
Meski namamu tak dikenal
Perjuanganmu akan selalu kami kenang
Semangat perjuanganmu akan selalu kami jaga
Dalam hati dan keturunan kami kelak

Jejak Para Pejuang

Membela segenap bangsa dan tanah air
Tanpa kenal lelah
Maju melawan digaris depan
Mungkin saja ajal datang menjemput

Mungkin pula malaikat pencabut nyawa enggan mendekati
Nafas perjuangan sampai titik darah penghabisan
Mata menatap tajam para penjajah
Tak akan sirna bayangan perjuanganmu

Walau telah terlewati zaman
Syair pujangga seolah berlomba-lomba
Mengkisahkan perjuanganmu pada masa itu
Meski kau mengalami kepahitan meregang nyawa

Ditengah hiruk pikuk peperangan
Meski ragamu tersungkur tak berdaya di atas tanah
Berlumur darah dan peluh
Kau tetap menjadi bagian sanubari anak bangsa

Jejak perjuanganmu tak akan sirna
Menapak sungguh jelas melewati zaman
Dari alam baka kini kau dapat menyaksikkan

Bangsamu kini bersatu, hidup aman, dan tentram

Tentang Keadilan

Dentuman genderang perang berbunyi
Deringan peluru membesit sukma
Saling beradu antar dua kubu
Ledakan tak terelakkan lagi

Menunjukkan babak pertempuran dasyat sedang berlangsung
Saat itu terjadi begitu mencekamkan
Keadilan dan ketidakadilan kabur
Menimbulkan suatu pertanyaan

Tentang siapakah yang keluar sebagai pemenang
Kemenangan tak dapat dipastikan
Para pertempur tidak mau kalah
Membela kepentingan dan haknya

Akhir cerita sebuah bendera berkibar di cakrawala senja

Pertanda kemenangan mulia bangsa

Berterima kasih Untuk Pahlawan

Dari kedalaman hati yang mencintai tanah air
Jasamu tak ragu kau berikan
Hingga gugur ragamu
Hidupmu bagai jungkir balik

Dengan jam tidur tak menentu
Penuh luka sekujur tubuh
Peluh menetes menunjukkan lelahmu
Kau tak pernah mengeluh

Pengorbananmu demi Indonesia dahulu
Membuat penderitaan hidupmu
Miskin keadaanmu demi kami
Hancur ragamu demi membela kami

Berkat dirimu kini Indonesisa terbebas
Dari belenggu penjajahan
Seakan dapat membentang sayap indahnya
Menembus cakrawala dari sabang sampai merauke

Berkat dirimu Indonesia kini berjaya
Melewati berbagai masa
Hingga kami dapat mencecap zaman canggih kini
Tak terbayangkan jika tidak ada kalian

Para pahlawanku
Mungkin saat ini kami tidak mampu tersenyum lebar
Menatap kamera smartphone untuk berselfie
Mungkin tanpa perjuanganmu

Penjajah bisa saja masih menguasai negeri ini
Merampas kebahagiaan dan hak-hak kami
Mungkin jika kau tak maju bertempur di medan perang
Kami tak dapat menikmati indahnya sekolah

Puji syukur kami panjatkan beserta doa
Untukmu yang telah mati jiwanya
Namun tetap hidup di hati kami
Puisi pahlawan ini mungkin tak cukup

Mengenang jasamu yang tak terhingga
Perjuangan luar biasa kalian tanpa henti
Indonesia kini dapat menikmati udara kebebasan

Serta betapa indahnya sebuah kemedekaan

Dari Kumpulan deretan puisi hari pahlawan di atas semoga dapat menjadi acuan anda dalam menyampaikan atau membacakan puisi tentang hari pahlawan dan juga menjadi bahan referensi untuk tugas di sekolah jika diperintahkan oleh guru untuk membacakan puisi tentang hari pahlawan tersebut.
loading...